Warga DKI Harus Bikin Surat Kepemilikan Garasi

otodigest – Melanjutkan kebijakan soal Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi pasal 140 maka kelak warga DKI yang mau punya STNK wajib menunjukkan surat keterangan punya garasi dari kelurahan.

Wedewwwww…….makin tegas aja nih Bang! Coba baca lagi postingan admin di http://otodigest.com/warga-jakarta-yang-punya-mobil-wajib-punya-garasi/

Hal ini dilakukan Pemprov DKI bekerjasama dengan Polda Metro Jaya saat penerbitan STNK mobil. Nantinya, perpanjangan, balik nama, mutasi maupun kendaraan baru, si pemilik wajib plus kudu punya surat keterangan kepemilikan garasi yang ditandatangani kelurahan.

Tapi jangan gusar Bang! Sebelum kerjasama ditandatangani, pihak Pemprov DKI dan Polda Metro akan melakukan pembahasan, rapat-rapat, serta sosialisasi yang terpadu. Jadi gak asal penerapan aja.

Namun, kalau sudah ketok palu, maka siapa saja yang belum punya garasi bakal diderek!

Nah, ada tahapan sebelum mobil di derek Bang. Jadi nanti pihak kelurahan akan diajak untuk turun mendata warganya yang punya mobil tapi tidak punya garasi. Kemudian, kelurahan akan mengedukasi pemilik mobil sekaligus membantu mencarikan lahan parkir yang tidak mengganggu orang lain dan tidak menyalahi peruntukan.

Kemudian, apabila sampai bulan Oktober masih ada warga yang punya mobil tapi gak punya garasi dan parkir mobil di badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya maka Dishub bakal kasih sanksi berupa penderekkan!

Siap-siap Di derek

Keluhan Warga

Rupanya, selama ini sudah masuk keluhan melalui aplikasi Qlue. Pihak Dishub menerima keluhan warga mengenai kendaraan yang parkirnya menimbulkan kemacetan. Banyak kendaraan yang menutupi badan jalan di beberapa kawasan pemukiman seperti di Tambora, Palmerah dan Taman Sari.

Akibat dari parkir di badan jalan, perlintasan yang mestinya bisa dilalui dua mobil hanya bisa dilalui satu mobil. Menurut Hendro Satpam di kawasan komplek daerah Palmerah, seperti yang dikutip dari Koran Sindo (13/9) keberadaan mobil yang parkir sembarangan menimbulkan macet parah sampai berjam-jam.

Yanto, warga Jembatan Besi juga menuturkan bahwa parkir mobil di wilayahnya juga padat sehingga kendaraan lain sulit masuk.

Menurut Gubernur Djarot, kebijakan ini bukan membatasi warga dalam memiliki kendaraan melainkan agar warga punya garasi. Kebijakan ini pun tidak akan merugikan industri otomotif.

Lain lagi komentar Haji Lulung, Wakil Ketua DPRD DKI, beliau meminta Pemprov kebijakan yang dibuat langsung menyentuh pelaku industri otomotif dalam memproduksi mobil. “Perda harusnya diterapkan sejak 2014. Mestinya juga tekan produksi mobil,” ujar Lulung.

Wah…Bang….bidikannya juga kena ke industri mobil nih!

Yaudah….buat warga DKI siap-siap dana untuk bikin garasi atau carport yaaaaa……..

Siapin dana, bikin carport atau garasi

sumber : koransindo/tirto.id/wartakota

Leave a Reply