Berburu Bebek Petualang Supra GTR 150

otodigest.com – Honda Supra GTR 150 sudah setahun di launching tepatnya pada 24 Mei tahun lalu di kawasan Puncak Pass Bogor, Jawa Barat. Kini, untuk memastikan awareness nya Astra Honda Motor mengadakan road show yang diselenggarakan di beberapa wilayah Indonesia.

Agenda awareness tersebut dibalut acara road show yang isinya pameran penjualan New Supra GTR150, spareparts dan aksesoris, gathering komunitas honda, hiburan band lokal dan lainnya. Beberapa wilayah sejak 20 Mei lalu sudah menggelar acara ini.

Awareness ini sejatinya untuk menjaga terus nama Supra GTR 150 agar tetap dikenal masyarakat sebagai motor grand touring. Bisa juga dibilang sebagai motor petualang atau motor untuk menjelajah. What ever, sama aja kok pengertiannya. 

Walaupun sudah ganti kelir pada April lalu, penjualan bebek petualang ini masih belum menyodok rivalnya Yamaha MX King yang masih kuat penjualannya. Kalau AHM tidak bersedia di head to head kan dengan MX King tidak masalah. Namun, tidak bisa dinafikan bahwa populasi bebek petualang ini rada langka di jalanan.

Apa sih yang menyebabkan populasi bebek satu ini langka? Yang pertama, konsumen lebih melirik matik. Untuk digunakan sehari-hari matik tidak bisa tergantikan. Populasi matik sangat besar di negeri ini. Kedua, untuk hobi orang lebih melirik sport. Mau turing pake sport. Bahkan untuk turing pun pakai matik maupun bebek lain bisa-bisa saja. Tidak perlu motor spesifik. Lagipula kalau mau bertualang di medan ekstrim maka orang lebih pilih motor yang sesuai misalnya trail.

Lalu apa lagi penyebab langkanya bebek petualang ini? Hargakah? Bisa jadi. Harganya masih selisih lebih tinggi Supra GTR 150 dibanding kompetitornya. Supra GTR 150 dibanderol Rp 20.700.000 versi termahal sedangkan MX King harga Rp. 18.950.000. Yang jelas mah, berburu bebek petualang ini rada sulit baik dijalanan maupun diparkiran. Tapi paling gampang nyari nasi bebek Madura, banyak, enak dan murmer. 

 

 

 

Leave a Reply