Begini Kisah WNI Memperoleh SIM di Jerman

otodigest.com – Surat Izin Mengemudi mutlak diperlukan sebagai syarat sah berkendara di negara manapun. Nah, pada artikel ini kita akan mendapatkan cerita pengalaman seorang WNI memperoleh SIM di Jerman.

WNI bernama Ritta S Albrecht ini bersuamikan seorang warga Jerman. Ritta yang kelahiran 1977 ini udah hampir dua tahun merantau di Kiel – Ibukota Negara Bagian Schleswig-Holstein, Jerman. Ibu dari dua orang anak lelaki ini berkisah perjuangannya memperoleh SIM di Kiel. “Nih, gue mau cerita sedikit perjalanan untuk dapat SIM lokal sini!”serunya di laman Facebook. Aye sendiri berteman dengan Ritta sejak jaman kuliah di Kampus UI Depok.

“Disini itu biasanya kalau baru pertama kali bikin SIM, harus daftar ke kantor kependudukan terus baru daftar ke sekolah menyetir,” buka Ritta. Udah kelar daftar, maka peserta akan dapatkan jadwal kelas untuk pelajaran teori. Biasanya kelas teori ini membutuhkan beberapa kali pertemuan. Selain belajar teori juga latihan soal-soal online yang berjumlah 1.200 soal! Tapi dari sekian banyak latihan soal, yang keluar cuma 20 soal saja!!

Berdasarkan latihan soal tersebut nantinya akan keluar hasil yang bisa menentukan apakah peserta layak ikut ujian atau belum. Guru atau instruktur secara rutin memonitor latihan kita jadi gak bisa main-main Bang!

Itu untuk yang baru pertama kali bikin SIM, kalau yang udah punya SIM dari negara asal beda cara nih Bang. Pertama, SIM dari negara asal akan diterjemahkan istilah Umschreiben. Kedua, daftar sekolah mengemudi serta membeli aplikasi latihan online. Nanti petugas kursus akan mendaftarkan ujian kita. Setiap pemohon diberi kesempatan selama setahun untuk membuat SIM di Jerman.

Untuk ikut ujian teori, setiap pemohon dikenakan biaya 20 Euro atau sekitar Rp. 295 ribu! Kalau gagal ujian teori harus mengulang lagi. Kalau mengulang maka harus menunggu 2 minggu baru bisa ujian lagi. Kemudian bayar lagi 20 Euro! “Gw butuh 4 kali ujian baru lulus!” seru Ritta. Itu berarti keluar 80 Euro alias Rp. 1.186.743!

Untuk ujian praktik lain lagi Bang! “Ujian praktik itu biayanya diatas 100 Euro karena menggunakan mobil milik sekolah mengemudi,” jelas Ritta. Seratus euro itu sekitar 1,4 juta! “Gw ikut 15 kali kelas praktik dulu, baru ujian. “tambahnya.

Pada ujian praktik ini, kita ditemani oleh instruktur yang duduk di samping dan seorang checker yang duduk serius di belakang kita. Checker ini menilai dan memberi perintah setiap ujian praktik yang diberikan. Pada ujian praktik ini setiap pemohon harus melalui jalanan biasa, jalan tol, parkir maju-mundur, parkir paralel, mundur di perempatan dan emergency break di perumahan dengan kecepatan maksimal 30 kmj.

“Alhamdulillah, gw lulus!” seru Ritta kegirangan di laman Facebooknya. Awalnya sempat frustasi ketika gagal ujian teori yang ketiga, ungkapnya.

Wefie bareng instruktur setelah lulus

Sebagai informasi kalau dari negara asal tidak punya SIM maka biaya yang harus dikeluarkan sebesar¬† 2.300 – 3.00 Eur0! “Tapi, kalau lulus maka SIM berlaku seumur hidup!” tutup Ritta.

Kalau dilihat dari biaya, ampun mahal juga ya Bang! Sumpah mahal, kalau di Indonesia dibikin kayak gini, aye jamin jalanan aman. Angka kecelakaan berkurang drastis! Makasih ya sharenya semoga bisa bermanfaat.

Hmmm. ujian SIM pake KTM.

 

Leave a Reply